seragam pengajian, majlis ta'lim, baju pengajian, baju seragam pengajian, model baju seragam pengajian

Akhlak dan Dasar Kewajiban Berbusana Muslim Syar’i

Posted on

 

2. Baju Gamis Muslim Naomi - ROSE DUSTY

Apakabar sahabat muslim sekalian, semoga kita senantiasa berada dalam limpahan keberkahan dari Allah subhanahuwata’ala, aamiin.

Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam berhijab, tentu bukan hanya semata menutup tubuh, namun tentu ada kaidah dan ketentuan yang harus senantiasa dipatuhi oleh siapapun, agar busana muslim yang di kenakan tersebut, menjadi sebuah ungkapan peribadahan yang sempurna, dalam meraih ridho Allah subhanahuwata’ala.

 

Mari kita sama-sama simak, firman Allah subhanahuwata’ala, dalam Qur’an surah An-Nur (24), ayat 31, yang artinya :
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki- laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan dalam surah Al-Ahzab (33), ayat 59, yang artinya :

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari kedua ayat diatas, sudah sangat jelas, bagaimana semestinya dalam berhijab dan siapa-siapa saja yang muhrim dalam batasan – batasannya.

Lalu bagaimana dengan wanita yang memakai hijab muslimah, namun masih memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya? Apakah ini boleh karena alasan mode?

Baik, mari kita simak hadist shahih dibawah ini :
Sabda Rasulullah shallallahu ’alahi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ’Aisyah, (artinya) : ”Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini.” Rasulullah Shallahllahu ’alaihi wassalam berkata sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri.

Dari hadist diatas, juga sudah sangat jelas, bagaimana seorang muslim semestinya dalam berbusana ( hijab syar’i )

Lalu, bolehkah kita mengikuti mode busana muslim sekarang?

Ya, tentu boleh, selama busana muslim tersebut, memenuhi kriteria hijab muslimah syar’i sebagaimana penjelasan di kedua ayat dan hadist diatas.

Banyak wanita yang berhijab, namun tingkah lakunya, sama sekali tidak mencerminkan wanita yang sholehah, buat apa berhijab?

Fenomena ini, tentu tidak ada hubungannnya dengan makna hijab muslimah, karena hijab dan akhlak, merupakah dua hal yang berbeda. Hijab merupakan sarana perwujudan dari pada bentuk peribadahan, sedangkan tingkah laku / akhlak, merupakan hasil dari peribadahan.

Mari kita sama-sama jalankan segala kewajiban kita dengan tulus ikhlas hanya karena Allah subhanahuwata’ala. Semoga niatan amalan kita, senantiasa terjaga dalam ke ikhlasan, aamiin yaarobbal’alamiin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *